Milenial: Diabetes Adalah Proses yang Alami

Penggalan lirik Efek Rumah Kaca (ERK) yang berjudul Sebelah Mata, telah menerangkan kepada kita bahwa penyakit diabetes merupakan proses alamiah. Dalam ilmu kedokteran, penyakit diabetes disebabkan oleh beberap faktor, diantaranya adalah mengonsumi makanan cepat saji terlalu sering, jarang berolahraga, terlalu banyak makan dan minum dengan rasa yang manis-dengan kadar gula yang tinggi-, serta kemudahan layanan memesan makanan dan minuman. Faktor terakhir ini adalah faktor khas era milenial saat ini.

Gacon akan merinci satu per satu. Sebuah studi yang dipublikasikan oleh American Journal of Clinical Nutrition, faktor pertama yakni seringnya mengonsumsi makanan cepat saji menjadi pemicu diabetes, di samping memberikan efek yang cukup berbahaya pula, yakni menurunnya daya ingat seseorang. Hal ini disebabkan oleh kandungan nutrisi pada makanan cepat saji memiliki nutrisi yang amat sangar rendah, yang kemudian mengakibatkan reaksi kimia di daerah hippocampus otak mengalami penurunan daya ingat.
Generasi Milenial adalah generasi yang gemar pergi ke restoran cepar saji. Tidak hanya makan dan minum tujuannya, tetapi juga untuk kongkow dan selfie-selfie.

Jarang berolahraga. Hal ini tentu memicu juga diabetes, secara alamiah tubuh yang  kurang move dan berolahraga akan menurunkan imun tubuh serta tidak terkontrolnya berat badan. Kemudian lemak-lemak dan gula pemicu diabetes tidak terbakar, ia mengendap seperti ingatan pada mantan. Betah dan lama-lama menjadi penyakit. Mengapa kaum Milenial jarang berolahraga? Jika generasi 90an menghabiskan waktu dengan bermain olah raga tradisional, Milenial menghabiskan waktunya dengan menonton dan bermain gadget. Maka menjadi hal yang pasti, mereka jarang berolahraga.

Terlalu banyak makan dan minum manis- selain generasi Milenial sedikit yang berani ambil risiko dalam hal percintaan (maunya yang manis-manis aja, kalau putus cinta nangis dan maunya bunuh diri) Milenial juga gemar sekali makan dan minum yang manis-manis. Sekarang ini, lidah kita dimanjakan dengan beragam pilihan minuman rasa, mulai dari dumdum, dimdim, nyot-nyot, holy, nom-nom, yang berbahan dasar teh asal Thailand dengan rasa manis. Selain itu, jika kita ke minimarket, pilihan minuan tidak manis hanya ada satu, yakni air mineral. Jamu ada sih, tapi itu hanya diperuntukkan untuk perempuan datang bulan. Maka jelaslah, Milenial akan banyak memilih minuman manis dengan kemasan lucu dan menarik.

Kemudahan layanan pesan makan dan minum. Di era 2000an, barangkali hanya ada beberapa resto yang memiliki layanan pesan antar atau delivery order. Namun saat ini, dengan adanya layanan transportasi online, kita juga bisa memesan makanan dan minuman dari resto-resto kecil, bahkan membeli makanan dan minuman dari gerobak kecil. Al hasil, tubuh Milenial semakin sedikit bergerak. Jika kita dulu harus menempuh beberapa jarak dengan berjalan untuk mendapatkan makanan dan minuman yang diinginkan, saat ini tinggal klik-klik saja.

Maka  generasi Milenial secara alamiah, dengan proses-proses yang telah menyatu dalam kehidupannya yang juga secara alamiah, akan lebih dekat dengan diabetes. Tercatat di lima tahun terakhir, kasus diabetes pada anak meningkat tajam yakni lima ratus persen.

“Dan diabetes adalah sebuah proses yang alami”
Kita masih bisa memilih, menjadi generasi Milenial yang mager (males gerak)? Atau Milenial yang aktif dan sehat?